RSS Feed

Tag Archives: sepang circuit

Panduan Nonton Moto GP ke Sepang

Posted on

Banyak yang bertanya pada saya gimana caranya bisa nonton Moto GP di Sepang. Ya caranya dengan pergi ke sana dong, kalau di Indonesia aja ya gak bisa nonton Moto GP di Sepang, hehehe. Menanggapi pertanyaan seputar nonton langsung ke Sepang berikut saya rangkumkan langkah-langkahnya agar yang belum pernah nonton langsung bisa segera ke sana. Aaammmiiinnnn. J

  1. Siapkan Paspor

Paspor adalah kunci terpenting untuk bisa nonton Moto GP Malaysia (Sepang). Jadi, buat yang belum tahu, Sepang adalah nama kota di Malaysia tempat diselenggarakannya Moto GP. Sirkuitnya disebut Sepang International Circuit. Biar gak kepanjangan, disingkat SIC. Nah, untuk bisa pergi ke sana, kita, warga negara Indonesia, wajib menunjukkan paspor sebagai identitas diri kita (gantinya KTP lah ya). Untuk yang belum punya paspor, silakan mendapatkannya di kantor imigrasi terdekat. Pendaftaran bisa melalui online di:  https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml

Buat yang udah punya paspor, perhatikan tanggal masa berlaku paspor. Pastikan paspor masih berlaku minimal enam bulan sebelum masa berlaku habis pada saat kita kembali ke tanah air. Oiya, untuk membeli tiket pesawat juga diperlukan paspor loh. Segera bikin ya bagi yang belum punya. Gak pernah rugi kok bikin paspor. 😀

  1. Beli Tiket

Langkah berikutnya adalah membeli tiket, baik tiket pesawat maupun tiket Moto GP. Kalau kita punya modal tak terbatas, tentu tiket tidak jadi masalah. Nah, karena modal saya sangat terbatas, saya mengakali pembelian tiket agar enggak bikin saya sengsara, hehehe. Untuk tiket pesawat, saya menunggu promo dari maskapai. Bisa Air Asia (rutin promo tiap beberapa bulan), Malaysia Airlines, Garuda (terutama pas ada event Garuda Travel Fair), dan promo lainnya. Kuncinya adalah peka terhadap promo-promo tersebut, hehe. Sekedar bayangan, tiket promo ke Malaysia dengan Air Asia 800,000 IDR untuk Pergi-Pulang, dan Malaysia Airlines juga 800,000 IDR Pergi-Pulang. Kalau harga normal, mungkin sekitar 1.5 juta.

Selanjutnya adalah tiket Moto GP. Sangat disarankan untuk membeli tiket jauh-jauh hari (early bird) karena harganya beda banget, mungkin lebih murah 30-40 % (maaf saya gak ngitung tepatnya, pokoknya murah sangat). Tiket bisa dibeli online di sepangcircuit.com (mata uang Ringgit) atau motogp.com (mata uang Euro) atau bookmoto.com (lupa euy mata uang untuk transaksinya). Periode promo early bird tiap situs berbeda-beda, harap selalu ngecek situs bersangkutan. Batas early bird ada yang akhir Januari, akhir Mei, akhir Juni dll. Yang pasti kalau bulan Agustus-Oktober, udah harga normal.

Pembelian online biasanya dilakukan dengan kartu kredit, kalau belum punya, silakan apply ke bank terdekat (kok jadi kayak salesgirl gini?). Setelah transaksi online kita berhasil, kita akan dikirimi email berisi tiket dalam bentuk PDF. Lalu kita hanya mencetak tiket tersebut untuk kita tunjukkan ke petugas sirkuit sebagai tanda masuk. Kalau nyetak tiket pakai kertas bekas aja ya, gausah berwarna, nanti yang dibutuhkan hanya nomor referensi yang ada di tiket untuk di-scan doang lalu kita boleh masuk. Kalau mau beli tiket fisik, bisa dilakukan juga di beberapa tempat penjualan tiket di Indonesia. Setau saya dulu Raja Karcis pernah beriklan tiket Moto GP ini, tapi saya sendiri selalu beli online karena mudah ,cepat, dan enggak capek.

Saya selalu membeli tiket GP dan tiket pesawat di bulan yang berbeda, biar gak terlalu bokek, hehehe. Misalnya saya beli tiket pesawat promo bulan Februari, saya akan beli tiket GP pas hari terakhir promosi early bird, jadi gak gitu amat ngeluarin uangnya. 😀

  1. Pesan Akomodasi

Setelah urusan tiket selesai, saatnya memesan akomodasi atau penginepan. Eh, tapi mesen akomodasi mah gak harus beli tiket dulu ding. Pesen aja suka-suka kita dan cari penginapan yang tanpa deposit, jadi kalau kita mau cancel kita enggak rugi. Untuk penginapan, saya selalu di KL Sentral karena sangat strategis. Mau ke sirkuit ada bis khususnya langsung, mau ke bandara, ada bis dan ada KLIA Express (kereta cepat), mau jalan keliling KL banyak transportasi pilihan.

Untuk para backpackers, ada penginapan yang bisa dijadikan pilihan seperti Bullock Cart Hostel, Central Lodge, YMCA dll. Saya sih baru nyobain di dua tempat pertama, dan itu nyaman banget. Budget per malam di dua tempat tersebut adalah sekitar 90,000 IDR (28-30 RM). Fasilitas kamar pakai AC, wifi, air minum dll. Silakan kunjungi situsnya untuk booking dan melihat kondisi kamar. Bagi saya, daya tarik hostel adalah kesempatan untuk bisa ngobrol dengan backpacker lainnya. Sekamar yang berisi enam orang memudahkan kita untuk mengobrol lebih santai. Kalau nginep di hotel bagus sih udah pasti masuk kamar langsung bobok ya hehehe.

  1. Beli Ringgit dan Menghitung Budget

Salah satu yang harus dipersiapkan tentunya adalah menukar mata uang Rupiah ke Ringgit Malaysia. Jangan menukar setelah sampai tujuan, karena selain agak ribet nyari tempatnya, di sana juga lebih mahal, sebaiknya membeli Ringgit di sini sebelum kita berangkat. Jika tinggal di Jakarta, bisa beli Ringgit di Peniti, Dollarindo, Indovalas, dll.

Mau nuker berapa? Itu tergantung kebutuhan kita. Sebagai gambaran, kebutuhan pokok adalah sebagai berikut.

  • Tiket bis dari bandara ke KL Sentral 10 RM dan dari KL Sentral balik bandara lagi 11 RM
  • Tiket bis dari KL Sentral ke SIC tiap hari selama tiga hari 90 RM (@30 RM)
  • Biaya makan di kota 10 RM sekali makan (kecuali makan di restoran/mall, bisa jadi 30 RM). Biaya makan dan minum di sirkuit beda-beda. Makanan dijual sekitar 10-15 RM (tergantung jenis), minuman 3-5 RM (tergantung jenis)
  • Biaya beli kartu untuk internetan sekitar 60 RM, tergantung kuota yang dibeli. Saya sih gak pernah beli, enggak butuh soalnya.
  • Biaya oleh-oleh, biaya beli souvenir di sirkuit, silakan disesuaikan sendiri.

Bagaimana sekarang? Sudah jelas, kan? Semoga ya. Kalau ada yang kurang jelas silakan ajukan pertanyaan di kolom komentar. Terakhir, selamat merencakan nonton Moto GP Sepang dan bersiaplah ketagihan!

P.S

Tulisan ini dibuat berdasar pengalaman pribadi selama 3 tahun berturut ke Sepang. Pengalaman saya pasti berbeda dengan pengalaman orang lain, jadi kemungkinan ada perbedaan detail dalam beberapa info di sini.

Advertisements

Ke Sirkuit? Why Not!

Posted on

Penggemar balap motor tentu punya mimpi untuk nonton balapan langsung di sirkuit. Beruntung, saya cukup nekad untuk mewujudkan mimpi kecil itu.

Awal tahun 2013, sahabat sejati saya, penggemar berat Valentino Rossi yang bernomor motor 46, menjejali saya dengan pembalap Italia yang udah veteran itu. Setiap chat, email, WA, apapun medianya selalu ngomongin Rossi dan kehebatannya di dunia balap motor MOTO GP. Lama-lama, saya penasaran dengan sosok Valentino. Mendengar cerita dan membaca link yang diberikan sahabat saya, Vale adalah manusia hebat yang membuat saya penasaran. Saya mulai mencoba nonton Moto GP di stasiun TV swasta pertengahan tahun 2013. Rasanya membosankan. Balap motor cuma muter-muter gak jelas dan kalau udah di depan pasti menang. Itulah yang ada di kepala saya saat itu. Sosok Valentino Rossi pun sangat jauh dari hebat. Sampai akhirnya balap Assen tahun 2013 dimenangkan Valentino dan entah mengapa sejak itu saya jadi suka nonton Moto GP. Saya mulai menemukan “excitement” balap motor yang tadinya saya anggap muter-muter gak jelas.

Sejak Assen 2013, saya mulai berpikir untuk nonton langsung di sirkuit. Alasan saya sederhana, pengen lihat aja Valentino Rossi itu orangnya seperti apa dan pastinya pengen lihat langsung seberapa cepat motor super cepat itu. Saat itu boro-boro saya tahu balap motor, yang saya tahu cuma Valentino, Marc Marquez, Pedrosa, dan Lorenzo. Sisanya saya sama sekali enggak tahu. Bahkan saya juga enggak tahu qualifikasi itu apa, free practice itu apa, fungsinya apa dll. saya sama sekali enggak paham, tapi teteup, pengen ke sirkuit. Sayapun mencari info ke Sepang International Circuit dan mencari pasukan ke sana—yang ternyata gampang dicari!

Tahun pertama nonton Moto GP tahun 2013, saya bersama 6 teman lain, sayangnya satu teman mendadak sakit pas hari H, jadilah teman saya cuma 5, plus saya jadi 6. Enam orang dari Jakarta menuju Sepang ternyata sangat seru! Walaupun sebenernya sayang sih tiket temen yang sakit hangus semua…

Kami membeli tiket pesawat Air Asia dengan harga PP hanya Rp.800,000. Hebatnya, saat saya berniat memebeli tiket GP, kami masih bisa mendapatkan harga early bird langsung di sepangcircuit.com. Dengan posisi di tikungan pertama (yang berbentuk seperti huruf S) kami hanya membayar sekitar Rp. 350.000. Sangat-sangat murah! Untuk tiga hari pula, dari hari Jum’at sampai Minggu. Dan untuk penginapan, kami mendapat tempat yang amat sangat murah di wilayah KL Sentral. Dengan menyewa satu kamar berisi 4 orang, kami masing-masing hanya membayar Rp. 80.000,- per malam. Kamarnya AC pula. Okey banget kan?

Nah, karena lokasi sirkuit ada di Sepang, sangat jauh dari KL Sentral, kira-kira 1 jam 15 menit dengan bis, kami perlu public transport untuk mengangkut kami ke sana. Setelah menyusuri dunia maya, akhirnya saya menemukan sebuah bis yang memang dikhususkan untuk mengangkut penggemar Moto GP dari KL Sentral ke Sepang. Biayanya pun terjangkau, cuma sekitar Rp. 110.000,- PP. Kalau sekali jalan mahal, Rp 66.000,-. Selain dari KL Sentral, bis khusus Moto GP juga ada di KLCC dan KLIA 2 (Bandara Budget Airline). Biaya dari KLCC sama kek dari KL Sentral, kalau dari KLIA 2 ke sirkuit Sepang cuma Rp. 37.000,- dengan waktu tempuh cuma 15 menit. Sayang sih, mendingan naik dari jauh sekalian hehe.

Saya cukup kagum dengan Malaysia karena Moto GP ini sangat mudah dijangkau berbagai kalangan. Saya pikir awalnya ribet dan membingungkan dan mahal, ternyata semua mudah dan menyenangkan. Hal yang paling menyenangkan adalah ketika berada di dalam bis menuju sirkuit. Selama perjalanan 1 jam 15 menit itu, kuping kita dimanjakan dengan bahasa dari berbagai penjuru dunia. Ada Bahasa Inggris dengan berbagai aksen, lalu terdengar pula Bahasa Spanyol, Bahasa Belanda, Mandarin (ini mah di mana-mana kayaknya yah, hehe), Bahasa Portugis (ngasal sih, saya ga tau bahasa ini berbunyi gimana), Bahasa Prancis, Bahasa Jepang, Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia, dll yang saya gak kenal sama sekali bunyinya. Saat itu adalah saat saya merasa menaiki bis terkeren di seluruh dunia, saya merasa sedang di bis PBB, hehehehe.

Di sirkuit, pengunjung GP disuguhi berbagai acara yang memungkinkan mereka bertemu pembalap idola, dari sesi Pit Lane Walk (mengunjungi garasi pembalap), autograph session (sesi tanda tangan rider Moto GP), sampai kemunculan pembalap di booth pabrikan motor yang dibelanya. Karena baru pertama kali, saya enggak tahu ada acara semacam itu dan terlewatlah acara sesi tanda tangan. Beruntungnya, saya dan satu teman (teman yang lain jalan-jalan ke KL karena disangka di sirkuit begitu-begitu aja) bisa ikut Pit Lane Walk yang memungkinkan saya melihat Rossi secara langsung! Yaaa walaupun cuma semenit tapi paling tidak saya udah melihatnya langsung, hehehe. Dan di kesempatan lain, saya puasss mangkal di booth Ducati sambil memelototi pembalapnya Andrea Dovisioso (saya tahun lalu sama sekali gak tahu kalau dia pembalap Moto GP) yang bagi-bagi poster plus tanda tangannya. Karena saya enggak butuh posternya, saya hadiahkan ke sahabat saya yang memperkenalkan saya dengan Moto GP ini, hehehe.

Keseruan nonton di Sepang tahun 2013 membuat saya makin gila dengan Moto GP. Tahun 2014 ini saya dan teman yang sama niat nonton lagi. Kali ini cuma berdua karena teman-teman yang lain pada gak bisa nonton. Apesnya, kami berdua terlanjur kepedean setengah dewa bahwa harga early bird bisa kami dapatkan di bulan yang sama dengan tahun sebelumnya, yakni maksimal pembelian 31 Juli. Pas ngecek harga bulan April (atau Mei ya, lupa) ternyata hanya ada satu harga. Saya pun mengirim email ke admin untuk menanyakan harga early bird. Bagai dihantam badai di siang bolong, kami terhenyak karena early bird udah gak berlaku semenjak akhir Januari (untuk situs motogp.com) dan Maret (atau April yah, lupa lagi) untuk situs sepangcircuit.com. Aaahh, rasanya nyeseeelll banget. Tapi dasar udah gila, kami beli juga tiket harga normal itu setelah membanding-bandingkan harga di berbagai situs penjualan tiket. Saya sangat termotivasi karena ada tribun khusus penggemar Valentino Rossi di GP Sepang. Setiap pembelian tiket, kami akan mendapat bendera kuning berangka 46 dan topi kuning berangka sama. Okelah untuk harga sekitar Rp 800.000 di spot yang sama seperti tahun sebelumnya. Penginepan, airline yang digunakan, semuanya sama dengan tahun lalu. Bedanya tahun ini lebih terencana jadi kami gak gembel-gembel amat di Negara tetangga, hehehehe..

Ayoklah yang pada menggemari nonton Moto GP melipir ke sirkuit sebelah. Kalau punya rejeki lebih bisa menclat ke sirkuit terindah Philip Island…. *lalu menutup tulisan ini dengan do’a agar tahun depan bisa nonton Moto GP di PI*