RSS Feed

Sebongkah Cerita dari Koh Larn

Posted on
Saat balik ke Pattaya hujan deras banget. Beruntung perjalanan selamat, agak mengerikan.

Saat balik ek Pattaya hujan deras banget. Beruntung perjalanan selamat, agak mengerikan.

IMG-20121111-00446

Di ujung sana ada pantai yang indaaahhh banget

IMG-20121111-00387

Peta Koh Larn

 

 

 

 

 

 

 

Kalau saya menyebut Pattaya, pasti banyak yang sudah tau. Meskipun belum pernah ke Pattaya (saya juga belum, haha), tapi paling enggak sering denger. Nah, saya memang belum pernah ke Pattaya, cumaaaaa, saya pernah lewat. Nah loh, mungkin pada bertanya, “Emang ke mana saya pergi kok Pattaya cuma dilewatin doang tanpa dijelajahi? Kan Pattaya eksotis dan terkenal di seluruh dunia?” Hehehe. Jawabannya adalah karena saya lebih tertarik ke sebuah pulau di sebrang Pattaya. Namanya Koh Larn, ada juga yang menyebut Kah Larn. Saya sendiri bingung yang mana nama sebenarnya. Mungkin ada yang tau? 🙂

Semua berawal dari solo traveling saya tahun 2012 lalu ke Bangkok dan Phuket. Saat di Bangkok, ada dua orang yang bersedia menjadi teman jalan selama weekend (mereka warga lokal) dan mereka mengajak saya ke Koh Larn itu. Mereka tidak mengajak saya ke Pattaya karena mereka enggak nyaman di sana, suka ada yang usil katanya, hehehe. Selain itu, saya juga tidak begitu menyukai tempat yang turistis, jadi saya demen-demen banget diajak ke Koh Larn. Ada apa di Koh Larn, bagaimana ke sana, berikut cerita yang saya ingat…

Dari Bangkok, kita bisa naik mini van/bis ke Pattaya dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih 2-3 jam, tergantung cara nyetir :-D. Lalu di Pattaya kita bisa langsung naik ferry nyebrang ke Koh Larn selama 20-40 menit, kali ini tergantung keadaan ombak :-D. Jadwal keberangkatan ferry ini menurut saya cukup sering. Saya lupa pastinya tiap berapa jam sekali, tapi gak lama-lama banget kok. Jadwal pastinya tersaji di papan pengumuman, jadi kita bisa memilih dan memperkirakan sendiri. Perjalanan dengan ferry menuju Koh Larn terbilang menyenangkan karena kita bisa memandang pantai Pattaya sambil menjauhinya. Hiruk pikuk kehidupan pinggir pantai wisata dunia terlihat dari kejauhan, dari tengah laut. Menyenangkan!

Koh Larn merupakan sebuah pulau kecil dengan beberapa pantai yang cantik-cantik. Karena letaknya yang relatif dekat dengan pusat kota Bangkok, pulau ini sangat ramai kalau weekend. Kita harus memesan akomodasi beberapa hari sebelumnya untuk memastikan kita mendapat penginapan. Harga penginapan bervariasi tergantung fasilitas. Saya waktu itu mendapat sekitar 600 Bath/hari. Harga itu bisa lebih murah kalau pas weekdays. Sebenarnya menurut beberapa orang lokal, saat di perahu kadang ada yang nawarin akomodasi. Tapi kalau lagi musim liburan sih mending mastiin udah dapet akomodasi dulu daripada terpaksa pulang. Bisa sih pulang pergi, tapi sayang aja, hehehe. Oiya, kalau mesen akomodasi sebaiknya yang AC karena kalau Angin Cendela beneran panas deh 😦

Koh Larn merupakan kepulauan wisata yang ternyata cukup turistik meskipun tidak seperti Pattaya. Yang paling menarik dari pulau ini adalah ketersediaan ojek dan rental motor. Bagusnya, tarif ojek sudah ditentukan secara resmi dan tertulis di papan yang besar jadi kita tidak perlu menawar harga atau takut dibohongi. Satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah jam operasional ojek. Jangan sampai asik menikmati sunset di pantai lalu gak bisa balik ke penginapan karena gak ada lagi ojek, hehhee, kayak pengalaman saya waktu itu.

Sore itu saya memutuskan untuk ke sebuah pantai (lupa euy nama pantainya) seorang diri karena satu temen saya sakit perut banget dan temen satunya menemani di kamar. Saya lalu naik ojek dan membayar 40 Bath. Sampai di pantai memang sudah hampir waktunya sunset, jadi saya sengaja nunggu sampai matahari benar-benar hilang. Itulah bodohnya saya, suka bertindak tanpa mikir. Pas beneran udah gelap, saya keluar area pantai dan nyari ojek. Jantung berdesir lebih kencang setelah diberitahu kalau ojek udah gak beroperasi lagi. Ngek ngok. Mau nginep di mana coba di pantai terpencil itu. Pas lagi mikir tiba-tiba ada abang-abang nawarin anter ke penginepan. Sebenernya seneng banget, tapi agak takut karena mulutnya bau alkohol banget. Udah gelap, jalanan sepi, bukan orang situ pula, saya sebenernya agak ngeri nerima tawaran itu. Tapi kalau gak diterima ya saya bakal tinggal di mana pula? Sayapun harap-harap cemas menerima tawaran abang tersebut.

Perjalanan dimulai dengan wajar. Abang ojek itu tanya asal saya dari mana, ke Thailand ke mana aja, berapa lama, dll. Saya merasa senang karena dia lalu bercerita pernah ke Bali, katanya sangat indah. Saya merasa lebih tenang walaupun bau alkohol masih menyengat. Tapi secara tiba-tiba saat melewati sebuah tanjakan dengan kanan kiri bukit, sepi gak ada bangunan ataupun kendaraan lewat, gelap tanpa lampu jalan, dibonceng abang ojek yang gak saya kenal dengan bau alkohol menyengat, saya mendadak ngeri sendiri. Saya tidak tahu jalan, tidak hafal dari arah datang tadi sore karena saya disorientasi arah. Pikiran buruk melanda. Membayangkan saya yang seorang diri, cewe pula, dan bakal dijahatin orang yang boncengin saya ini membuat jantung berdebar lebih keras. Saya berusaha berpikiran positif walaupun pasti gampang sekali kalau mau jahatin saya saat itu. Diam-diam saya memanjaatkan doa dan pasrah di belakang abang ojek.

Akhirnya, saya mulai mengenali jalanan menuju penginapan dan syukur Alhamdulillah, abang ojek tadi walaupun berbau alkohol tapi tidak mabuk. Lalu saya segera turun dari motor sesaat setelah abang ojek berhentiin motornya. Sayapun membayar 40 bath. Tapi, tau apa yang abang ojek katakan? Something awesome that left me speechless. Saya lupa kalimat persisnya karena Bahasa Inggrisnya agak aneh (bisa juga kuping saya yang aneh sih, hahaha), intinya dia bukan tukang ojek jadi saya gausah bayar, dia cuma kasihan kalau saya gak bisa pulang ke penginepan, saya di pantai mau tidur di mana. Oh, My! Kaki saya langsung gemeter, orang semulia ini bisanya saya curigai macem-macem. Sambil masih gemeter saya setengah bungkuk mengucapkan terima kasih. Abang itupun pergi entah ke mana.

Koh Larn selain memiliki pemandangan yang menggiurkan ternyata juga mempunyai orang-orang yang berhati mulia. Hari kedua weekend itu saya benar-benar menikmati pulau tanpa rasa khawatir walaupun saya masih harus jalan-jalan sendiri karena teman saya masih sakit. Saya menjelajahi beberapa pantai yang terjangkau waktu di Minggu pagi sampai siang untuk sorenya langsung pulang ke Bangkok. Terima kasih, Koh Larn!

Pemandangan pantai yang saya lupa namanya..

Pemandangan pantai yang saya lupa namanya..

DSCF0437

Air hijaunya bikin ngeces dari jauh..

DSCF0450

Pemandangan di pulau saat menuju sebuah pantai (lagi-lagi lupa ini menuju pantai mana)

IMG-20121112-00507

Ini pemandangan harbour lah, hehe

IMG-20121111-00388

Peta Koh Larn dan daftar harga sewa ojek.

IMG-20121110-00375

Ini pemandangan meninggalkan Pattaya.

Menurut saya ini pantai terindah banget.

Menurut saya ini pantai terindah banget.

Pantai ini yang membuat saya kemaleman gak dapet ojek.

Pantai ini yang membuat saya kemaleman gak dapet ojek.

Dua temen saya warga Bangkok yang ikut. Sayangnya mereka tinggal di kamar karena salah satunya sakit.

Dua temen saya warga Bangkok yang ikut. Sayangnya mereka tinggal di kamar karena salah satunya sakit.

Jalanan menuju penginapan. Asik kayak di rumah sendiri :-)

Jalanan menuju penginapan. Asik kayak di rumah sendiri 🙂

Airnya begini-begini warnanya. Nyegerin mata banget, kan?

Airnya begini-begini warnanya. Nyegerin mata banget, kan?

Peta Koh Larn

Peta Koh Larn

Ujung jalan sana ada pantai indah. Dari atas motor pun pemandangan laut sungguh indah...

Ujung jalan sana ada pantai indah. Dari atas motor pun pemandangan laut sungguh indah…

Gak tau ya, suka banget motoin jalan, hehehe

Gak tau ya, suka banget motoin jalan, hehehe

Advertisements

About nuncan

I have been traveling for so long and I have been lost for many times :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: