RSS Feed

Perjuangan Menemui Sang Legenda dari Italia Yang Murah Senyum :-)

Posted on

Indonesia merupakan negara dengan penggemar Moto GP yang amat sangat banyak. Saking banyaknya, pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, sampai heran karena Indonesia enggak menyelenggarakan Moto GP, enggak pula punya pembalap yang membalap di Moto GP, tapi penggemar Moto GP luar biasa gila di sini. Saya juga heran karena saya adalah penggemar yang segitunya…

Dari semua rider Moto GP yang ada, saya bisa bilang bahwa Valentino Rossi—atau dikenal dengan VR46 dengan warna kuning sebagai simbolnya—adalah pembalap yang mempunyai penggemar paling banyak jumlahnya. Kenapa saya bilang paling banyak? Karena setiap pemandangan di sirkuit, yang tampak mencolok adalah warna kuning di mana-mana. Belum lagi adanya tribun khusus VR46 walaupun si pembalap tidak sedang membalap di “rumahnya”. Si pembalap legendaris itu bisa punya tribun khusus tidak hanya di Italia, tapi bahkan di Sepang Malaysia. Sadisnya, tiket tribun beliau terjual ludes alias sold out!

Dua tahun berturut-turut mengunjungi Sepang, saya selalu takjub dengan penggemar VR46, jumlahnya unlimited dan enggak pernah berkurang, justru malah bertambah. Ketika saya berjalan di area booth, booth yang gak pernah sepi adalah booth yang menjual VR46 racing apparel. Padahal, racing apparel itu tergolong mahal. Kalau iseng pengen beli gantungan kunci VR46, kita mesti rela membayar sekitar Rp 120.000,- Kalau mau kaos oblong, sekitar Rp. 700-900.000,- tergantung model dan ukuran. Belum kalau mau beli helem, mahal bingits pasti. Hebatnya, asal produk VR46, pasti ludes-ludes aja. Ketika mengunjungi sirkuit saat gelaran Moto GP, seberapapun uang yang kita punya, seolah enggak berarti banyak.

Kembali ke Valentino Rossi. Berdasarkan berita yang saya baca, dia digambarkan sebagai sosok yang sangat ramah dan mencintai penggemarnya. Saya pun pengen membuktikannya sendiri sekaligus ingin menikmati euphoria bergerombol dengan pasukan kuning lainnya dari seluruh penjuru dunia.

Tahun 2013 di GP Sepang, saya cukup beruntung karena secara kebetulan saya bisa ikut Pit Lane Walk sesaat sebelum saya ingin meninggalkan sirkuit. Sebagai amatir waktu itu, saya tidak tahu acara GP apa saja, jadi begitu free practice selesai saya bersiap pulang. Tiba-tiba, mata saya melihat barisan manusia yang antri mengular. Setelah bertanya, ternyata itu barisan menuju garasi rider. Spontan saya ikut berpanas-panas mengantri. Setelah berjuang dalam antrian sekitar satu jam lebih, kami diperbolehkan masuk melalui jalur tertentu menuju garasi rider. Wooooow, keren! Rasanya mau teriak kenceng karena untuk pertama kalinya bisa lihat langsung dari dekat motor-motor yang dipakai balap itu. Asli loh, bukan replika! J

Karena fokus utama saya adalah Valentino Rossi, saya melihat garasi Honda, Ducati dll secara kilat. Kaki langsung melangkah menuju garasi Yamaha di mana sudah berkumpul banyaknya manusia berkaos kuning dan berteriak memanggil Valentino. Dikarenakan badan saya kecil, saya akhirnya berhasil merangsek ke bagian paling depan setelah berdesak-desakan sehingga dengan jelas bisa memandang isi garasi. Tampaklah di depan saya motor bernomor 46 dan 99, motor-motor yang selama ini hanya bisa saya lihat di TV, itupun jaraknya jauh. Motor-motor itu sedang diutak atik oleh mekanik yang ganteng-ganteng, entahlah sedang diapain itu.

Kerumunan di depan garasi Yamaha mulai “gerah” karena sang idola bernomor 46 tak kunjung menandakan akan keluar. Beberapa orang mulai berteriak histeris memanggil. Saat beberapa orang gaduh meminta Vale keluar garasi, tiba-tiba sebuah sekat di dalam garasi dibuka dan tampaklah dari dalam sosok berkaos oblong putih berkaca mata hitam tersenyum ke arah kami sambil melambaikan tangan. Subhanallah, pria itu sungguh berkharismatik sekali. Ganteng banget sebenernya enggak, tapi auranya itu bikin badan kaku dan lebih rela menatapnya saja daripada ngeluarin kamera/hape, hahaha. Sayangnya, mata ini hanya bisa menatapnya selama beberapa detik karena ia lalu masuk ke dalam garasi lagi setelah membuat gerombolan kuning histeris gak karuan. Permainan yang cantik dari sang legenda.

Berbekal pengalaman tahun sebelumnya, saya dan seorang partner GP merencanakan banyak hal untuk menyempurnakan petualangan kami di sirkuit di Sepang 2014. Kami merasa inilah petualangan terkahir di sirkuit terdekat yang menyelenggarakan Moto GP, tahun berikutnya kami bertekad pindah sirkuit, jadi kami harus melengkapi mimpi di tempat ini.

Mengetahui ada Pit Lane Walk dan sesi minta tanda tangan para pembalap, kami harus ikut semuanya dan mencari posisi terbaik demi bertatap muka dengan sang idola. Nasib baik memang selalu bersama mereka yang mempercayainya. Tralaaa, saya pun berhasil (lagi) mendapatkan posisi terdepan ketika nongkrong di depan pit no 10 alias pit Yamaha setelah mengantri dari jarak 300 meter dari yang terdepan sebelumnya. And guess what?? Pintu garasi Yamaha sengaja dibuka ketika gerombolan kuning datang dan sungguh rejeki luar biasa kalau di dalam garasi itu ada laki-laki berkharisma tinggi memakai topi kuning nomor 46 dikelilingi 2 kru mekaniknya sedang membicarakan sesuatu. Wooww, itulah dia tujuan saya datang ke Sepang! Valentino Rossi…

Setelah mendapat teriakan dari kami, sang pembalap berlogo matahari dan bulan itu melambaikan tangan sambil tersenyum menatap kerumunan orang yang menggilainya. Wau wau wau, the crowd went wild! Setelah berdadah-dadah kepada kami, beliau kembali sibuk berbincang dengan kru mekaniknya di sebuah meja bundar kecil tepat di hadapan kami. Buat saya, hal itu lebiiiiih dari cukup. Menatap dari jarak sangat dekat walaupun yang ditatap sudah pasti gak menatap balik, hehehe. Orang-orang yang di belakang saya masih terus memanggil sang idola, tapi tampaknya beliau sedang sibuk meeting, jadi kurang begitu menggubris.

Sekitar 15-20 menit kemudian, tiba-tiba petugas keamanan mengganti pagar yang tadinya berupa tali biasa menjadi pagar besi. Wah, nampaknya sang idola akan keluar nih kalau pengamanan sudah ditingkatkan begini, hehehe. Bakal kayak apa yah orang-orang gila di sekitar saya ini nanti….

Pelan tapi pasti, Valentino Rossi bangkit dari duduknya sambil senyam senyum dan spontan gerombolan di sekeliling saya menjadi gila, sangat-sangat gila. Tiba-tiba badan saya terjepit dahsyat, itu padahal Vale baru berdiri doang lho. Bisa dibayangkan ketika pemilik nomor paten 46 itu berjalan ke arah kami sambil menebar senyum. Alamaaakk, badan saya rasanya seperti terjepit parah. Saya pikir saya akan pingsan dan terinjak-injak lalu meninggal, sayapun beristighfar sambil menatap pergerakan sang idola sambil berdoa jangan mati di sini, konyol banget dan enggak khusnul khotimah.

Beruntung tangan saya bergerak cepat untuk memotret idola sejati dari dekat (sambil tetep berdoa biar saya selamat dari kerumunan orang gila ini heheh). Saya rasa satu foto sangat sangat cukup dan saya enggak berniat untuk teriak-teriak minta tanda tangan. Setelah berhasil mendapat fotonya, saya pasrah aja terjepit-jepit gak keruan, toh niat untuk melihat idola tanpa jarak sudah terkabul, hehehe. Sementara itu mas-mas petugas keamanan teriak-teriak minta Vale disuruh mundur dulu karena fans makin gila dorong-dorongan merangsek ke pagar besi. Bener-bener gila. Untungnya saya ga segila itu sih, hehhee.

Pelan tapi pasti, Vale hilang dari pandangan. Kami mulai diusir-usir untuk meninggalkan area pit. Lalu bertemulah saya dengan partner GP saya. Dia ternyata dari tadi nongkrong di pit Ducati yang berada di sebelah Yamaha (partner saya gak menyukai pembalap manapu, cuma suka Ducati) dan ketika Vale berjalan meninggalkan Yamaha, dia sempet juga mengabadikan foto sang idola yang jalannya kayak robot itu, hehehe. Tapi bukan itu sih yang bikin saya terharu. Menurut cerita temen saya itu, si Vale udah berjalan menjauh dari keramaian, tapi mendadak ada ibu-ibu berjilbab lebar (jilbab ya, bukan kerudung) dan berbaju gamis bersama anak kecil berkostum balap yang meneriakinya untuk minta foto bareng. Bisa ketebak dong apa yang terjadi? Exactly, si pembalap Italia itu mendekati si ibu dan anak kecil itu untuk berfoto-foto bersama sebentar lalu kembali berjalan menjauh.

Gila yah? Dia segitunya sama ibu dan anak itu. Salut! Kalau sama penggemar muda, dia gak terlalu peduli, tapi kalau ibu-ibu or anak-anak, dia tampaknya lebih memperhatikan. Ah, Vale, makin bangga deh mengagumimu! Semoga takdir kembali mempertemukan kita di Philip Island tahun 2015. Hahahaha…

photo

Advertisements

About nuncan

I like funny things.

10 responses »

  1. wooowwww…. nangis bacaa ini, terharuuuu parahhh.. he’s awesome, humble paraahhh.. ValeeeValeeeeValeeee VR46 :* ***salah satu yang tergila-gila dengan sosok keren berkharismatik ittuuu.. terbayang bagaimana histerisnya diri ini kalo ada di kerumunan ituuuu :*

    nice story Nunoy Chaann
    Love it!!!!!

    Reply
  2. wooooowwww, gue sampe merinding bacanya.
    serasa ada di TKP. 😀
    Idola gue emang Amazing.
    Nice Story. 🙂

    Reply
  3. terharu baca ny jd kepingin nangis 😦 beruntung banget sih bisa jumpa sama vale!!!

    Reply
  4. Satu Kalimat “KEREN ABIS!!!”

    Reply
  5. aku merindukanmu vale.. T.T

    Reply
  6. Kereeeeeeeeeeeeennn ! ! ! ! !

    Reply
  7. Sepertinya kudu nyamar jadi ibu2 biar bs fotk brg Vale :v

    Reply
  8. Reblogged this on valentinoyaya's Blog and commented:
    Amazing moment!

    Reply
  9. Gila!!! Amazing banget. Saya yakin anda bukan sastrawan. Tapi baca tulisan sesederhana ini pun udh bisa ngerasan apa yg kamu alami. Empat jempollll!!

    Reply
  10. Dear all Vale’s fans. Thanks yah atas semua komentar positif kalian. Saya hampir merasa kalau penilaian “keren, dll” itu ditujukan ke saya. Tapi untungnya saya segera sadar kalau yang keren dan amazing itu idola kita semua, Valentino Rossi, hihihi. Salam VR46 dan sampai jumpa di suatu sirkuit di 2015 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: