RSS Feed

Akhir Kesendirian Sementara

Posted on

Dua belas jam di bus tingkat tak terasa melelahkan karena pulas tertidur sepanjang malam. Memasuki wilayah Bangkok, situasi jalanan sama seperti Jakarta, padat merayap sedikit harapan. Kira-kira jam 7 pagi, sampai jugalah bus di sebuah terminal yang sangat luas dan ramai yang bernama Mo chit. Tempat pertama  yang saya tuju adalah pos keamananan di mana saya menanyakan lokasi wartel atau telepon umum. Oleh bapak petugasnya, saya malah secara mengagetkan disuguhi pesawat telepon dan dipersilakan memencet nomor yang saya tuju secara gratis. Wow, baik sekali! Setelah berterimakasih, saya langsung tersambung dengan saudara angkat saya yang berencana menjemput saya di terminal. Sayang sunggung sayang, si anak itu sedang ujian di kelasnya—dia seorang mahasiswi—dan dia baru bisa ada di terminal jam 11—apaaaahh, jam sebelaasss…. Bayangan akan segera bertemu orang yang saya kenal segera memudar, masih harus menunggu, saya masih harus bengong-bengong dulu sendirian sampai beberapa jam ke depan. Fiuh!

Dengan pasrah saya menutup percakapan via telepon dan spontan berpikir bagaimana menghabiskan waktu dari jam 7 ke jam 11 di sebuah terminal. Saya putuskan untuk melihat-lihat seluruh terminal aja untuk membunuh waktu sambil mencari tau ada apa di situ. Ternyata, di dalam terminal ada mini market 7-11—jangan dibayangkan café-nya karena di Thailand 7-11 cuma berupa toko aja tanpa café—lumayan untuk mencari sarapan, lalu kalau kita mengikuti jalur setelah keluar dari 7-11 kita akan sampai di barisan pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam produk, mulai dari makanan sampai sepatu, tas, dll. Mirip pasar di sekitar stasiun Jatinegara. Tanpa berniat membeli, saya hanya berjalan ke sana ke mari. Di sebuah sudut yang berseberangan dengan lokasi 7-11, saya mendapati banyak kendaraan umum untuk menjangkau luar kota Bangkok, lengkap rupanya. Saya mulai membayangkan ke tempat-tempat tujuan yang tertera di papan informasi, menggiurkan, tapi tidak untuk dicoba sekarang.

Terminal Mo chit disebut juga terminal utara, mungkin karena terletak di Bangkok belahan utara, gak jauh dari pasar bombastis dan fantastis Catuchak—pasar superrrrr luas dengan harga murah yang beroperasi hanya Sabtu-Minggu. Ngomongin pasar, Catuchak ini katanya merupakan pasar akhir pekan terbesar di seluruh dunia, apa aja bisa didapat di sini; baju, makanan, souvenir, peralatan rumah tangga, bahkan binatang peliharaan. Pasar ini juga dikenal sebagai J.J market. Menurut penduduk lokal, produk yang dijual di pasar ini tidak semuanya kelas murahan. Memang kita bisa mendapatkan barang-barang bekas di sini, tapi ada banyak produk yang berkualitas bagus yang dijual dengan harga lebih murah daripada di mall. Untuk ini saya belum pernah membuktikannya, ya, karena saya bukan orang yang gila belanja, hehe. Sebagai gambaran betapa murahnya produk di pasar ini, saya pernah membeli rok ala Thailand seharga 150 Baht—sekitar 50.000 Rupiah—yang kalau udah masuk mall di Jakarta harganya 200.000 Rupiah. Wajar sekali karena ongkos rok itu mahaaallll 🙂 Kalau mau beli oleh-oleh, pasar ini merupakan pilihan yang tidak mengecewakan untuk belanja buah tangan.

Balik lagi ke terminal, setelah lelah ngider-ngider terminal, saya masih mati gaya menunggu jam 11. Hari itu adalah hari Jum’at 9 November 2012, dan saya memutuskan untuk membunuh sisa waktu di warnet—gak ada hubungannya, hahaha. Sewa internet di lokasi terminal Mo chit per jamnya seingat saya 20 atau 25 Baht, deh, lupa pastinya. Setelah tiga jam bermain Facebook, Twitter, email, dll, akhirnya ketemu juga saya dengan keluarga angkat saya, si anak yang mahasiswi  dan papa angkat saya. Kamipun berpelukan sambil ketawa-tawa setelah persis lima tahun gak pernah bertemu. Bagi saya, pertemuan dengan mereka tentu saja akhir dari solo trip yang menyiksa, tanpa teman. Untuk sementara, saya akan selalu mempunyai kawan, hohoho.

Untuk melepas kangen, saya hanya berada di rumah seharian beserta seluruh keluarga angkat saya yang Bahasa Inggrisnya amat sangat terbatas; hanya si mahasiswi yang bagus bahasa Inggrisnya sehingga dia juga berperan sebagai penerjemah untuk membantu kami berkomunikasi. Mama angkat yang tinggal dan bekerja di luar kota Bangkok hari itu menyempatkan pulang ke Bangkok demi bertemu saya. Mengharukan sekali. Saya pun selalu sangat menyenangkan berada di tengah keluarga angkat Thailand ini. Mereka selalu gembira dan senang kalau saya udah mulai cerita—walaupun tetep si anak nanti akan bercerita dalam bahasa lokal, hehe—dan mereka selalu menanyakan saya mau makan apa dan mau pergi ke mana. Sungguh beruntung saya dipertemukan dengan keluarga ini, selalu membuat saya terharu dengan semua ketulusan mereka serta pujian-ujianya untuk saya 🙂

Hari itu saya dijamu makanan kesukaan saya—mereka masih ingat banget makanan kedoyanan saya walaupun lima tahun telah berlalu—tom  yam dan papaya salad! Nah, sekarang tibalah saatnya ngomongin makanan, nyam, nyam. Menurut Wikipedia, Tom yam berasal dari kata “tom” yang artinya proses rebusan dan “yam” yang artinya sayuran pedas dan asam. Jadi, tom yam ini merupakan sayuran berkuah kental dengan campuran udang atau kepiting yang rasanya asam, pedas, manis, enak banget deh, hehehe. Makanan ini merupakan masakan khas Thailand dan Laos, sangat lezat di lidah saya. Nah, kalau papaya salad, itu menurut saya sih semacam rujak pepaya muda yang masih mentah. Jadi, pepaya mudanya diiris tipis lalu dicampur kacang panjang, terung Thailand , tomat muda mentah lalu dikasih cabe, limau, gula dan seafood—biasanya kepiting dan udang. Awalnya agak aneh juga sih makanan itu, rasanya gak nyambung, buah sayur mentah dan bumbu-bumbu plus seafood pula, gak wajar di lidah saya. Ternyata saya ketagihan campuran rasa pedes, asem, dan manis itu. Karena keterbatasan—sebagai muslimah—kulineran, kedua makanan itu sudah merupakan yang terbaik.

Setelah melewatkan makan siang dan makan malam, saya dan saudara angkat mulai membicarakan rencana liburan bersama ke sebuah pulau di sebrang Pattaya. Awalnya saya yang mengajak ke Pattaya, tapi menurut saudara angkat, sebaiknya kami nyebrang dari Pattaya ke sebuah pulau yang indah dan keren, Kah Larn. Waah, saya belum pernah mendengar nama itu sebelumnya, dan tentu saja saya tidak keberatan datang ke sana karena obsesi saya adalah mendatangi tempat-tempat yang tidak begitu dikenal dunia tapi indah, kapan lagi, kan? Segeralah kami menyusun acara liburan singkat itu dengan memesan kamar penginapan di pulau tersebut, memilih-milih pantai mana saja yang akan kami kunjungi dan transportasi apa yang akan kami gunakan selama di pulau, sewa motor atau ojek. Semua tampak sangat menyenangkan dalam imajinasi saya; kami akan berangkat Sabtu pagi dan pulang kembali ke Bangkok Minggu sore. Begitulah rencana yang saya bayangkan akan menyenangkan luar biasa. Sayangnya, kenyataan tak pernah selalu seindahrencana, tapi saya selalu punya cara sendiri untuk menikmati apapun, hehehe……

Unfortunately, I forget the name of this area...

Unfortunately, I forget the name of this area… Ini berada di kota Bangkok.

Papaya salad yang saya ambil dari internet, hehe

Papaya salad yang saya ambil dari internet, hehe

 

 

 

 

 

 

 

Sup ini lezaaattttt banget, sumpah deh!

Sup ini lezaaattttt banget, sumpah deh!

Advertisements

About nuncan

I like funny things.

5 responses »

  1. hi,, mau tanya nih…dari phuket ke bangkok itu jdx harus ke terminal apa namax? trus 12 jam di bis bikin sengsara ga hehe?
    oh iya kmu bisa punya keluarga angkat dibangkok gimana ceritax? awalx gw kira org indo eh orang sono tah kluargax?!

    thanks,,,,

    Reply
  2. Hahaha, gue bukan pengkritik nik. Ceritanya informatif, tapi banyak penjelasan yang nggak perlu. * Isinya bikin gue iri, dari keluarga angkat… dan tentunya tom yam. *jadi laparrrr* 😦

    Reply
  3. @hamham nama terminalnya tuh susah dan aneh, sy lupa. Kl di bis nya, enak bgt kok, jalannya smooth enggak pecicilan, ga brasa tau2 harus turun, hehe.
    @ekahei, thx for reading yah… 😀

    Reply
  4. saya mau tanya, kalau mau menjadikan salah satu keluarga thailand sebagai keluarga angkat itu gimana ya? thankyou..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: